Etre Aime (Be Loved) – Chapter 4

Etre Aime Cover

Title : Etre Aimé (Be Loved)
Author : devolyp
Cast : Park Jeong Su/Lee Teuk (Super Junior); Kim Tae Yeon as Kathleen; Kang Sora; Kim Jung Hoon (Super Junior prince manager); Lee Sung Min (Super Junior); Song Joong Ki; Song Ji Hyo
Genre : Romance
Rating : PG-15
Length : Multi-Chapter

Chapter Four

“Please take a look for me. Put him behind.”

Wajah Kath tampak sangat bingung, mengingat- ingat dimana ia bertemu dengan Joong Ki.

Apa yang terjadi berikutnya?

 

“Joong Ki-ah?”

Kath masih berusaha mengingat- ingat dimana ia bertemu dengan namja ini.

Gwaenchana-yo kalau kau lupa padaku.” Joong Ki angkat bicara.

Joesonghabnida. Aku benar- benar lupa.” Kath menundukkan kepala.

Gwaenchana.” Joong Ki menepuk lembut rambut di atas kepala Kath.

Seketika Kathlene mendongakkan kepalanya memandang lurus ke mata namja tampan di depannya itu. “Joong Ki, oppa!”

Joong Ki tersenyum lebar. “Ne?”

“Ah, aku baru ingat sekarang. Dulu kau sering menggangguku saat bermain dengan Della bukan?”

“Hahaha. Ne. Akhirnya kau ingat juga.” Joong Ki tersenyum sangat mempesona.

“Della?” Eomma Kath memotong pembicaraan mereka.

Eomma, apa kau lupa dengan Della? Anjing kesayanganku. Ya, sebelum kau berikan pada Auntie Bella. Hais.” Kath mendengus kesal.

“Ah~ Araseo-yo.” Eomma Kath mengangguk tanda mengerti.

Silakan para penumpang memasang sabuk pengaman yang sudah tersedia di tempat duduk Anda. Terima Kasih.

Pesawat itu melambung tinggi, membawa ketiga orang ini menuju ke Indonesia.

——————–0——————-

NE?”

Leeteuk terlihat sangat terkejut mendengar kabar bahwa Kath pulang ke Indonesia.

“Ah eotokke? Eotokke Jung Hoon-ah?” Leeteuk menggaruk- garuk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal.

“Aku tidak bisa berbuat apa- apa. Aku lebih mementingkan pekerjaanmu di sini, Leeteuk-ah.” Jung Hoon hanya duduk di sofa. “Sebaiknya kau tidak berpikir terlalu banyak, ne? Sebentar lagi, filming akan dimulai.” Jung Hoon meninggalkan ruang tunggu.

“Apakah ada masalah Leeteuk-ssi?”

Terdengar suara perempuan masuk ke dalam ruang tunggu tersebut.

Leeteuk menoleh, “Ah, ne. Aniya Sora-ssi. Silakan duduk.”

“O,” Sora duduk tepat di sebelah kanan Leeteuk, “Kemarin aku melihat berita saat kau membukakan pintu mobil untukku.”

Ne. Kau tidak apa- apa?” Leeteuk menjawabnya dengan santai.

Ani. Justru aku senang, dengan adanya berita tersebut,” Sora tersenyum, “Jangan salah paham terlebih dahulu. Maksudku, rating acara WGM jadi lebih baik karena adanya berita tersebut. Penonton akan menganggap hubungan kita real.” Sora masih tersenyum.

Ne.” Leeteuk kehabisan kata- kata.

Kau tidak tahu betapa berita tersebut dapat menghancurkan hubunganku. Aku bahkan kehilangan orang yang aku sayang. Leeteuk berbicara dalam hati. Ia menunduk.

“Leeteuk-ah,”

Ne, Sora-ssi,” Leeteuk menoleh ke arah Sora.

Aniya. Aku merasa kau terlihat kurang sehat. Akan kuambilkan segelas air.” Sora meninggalkan ruang tunggu tersebut.

Leeteuk tidak dapat berkata- kata. Ia hanya mengangguk pelan.

Seketika setelah Sora pergi, Leeteuk segera meraih ponselnya, menekan beberapa tombol, berharap penerimanya mengangkat panggilan darinya.

Ia menunggu dan menunggu. Masih tidak ada jawaban.

Leeteuk membuang ponselnya ke sofa. Ini adalah saat- saat yang paling ia takutkan.

Mengapa kau tidak mengangkat panggilan dariku, Kath? Na bogoshipo. Jeongmal bogoshipo-yo. Setidaknya kau harus memberi tahu, apakah kau baik- baik saja disana? Apa kau makan dengan baik? Apa kau tidak lupa minum vitamin yang kuberikan?

Leeteuk tertidur.

——————–0——————-

“Bagaimana? Kau sudah memikirkannya?” Joong Ki meminum secangkir teh yang dipegangnya. Ia memakai atasan merah muda, dengan sweater biru yang menempel di atasnya. Ia sungguh terlihat sebagai flower boy.

“Memikirkan apa?” Kath menjawab dengan asal.

“Tawaran dari mama mu.”

“Oh, untuk pindah ke Indonesia?” Kath menutup novel yang sedari tadi dibacanya. “Mungkin. Akan kupertimbangkan. Kupikir, sekolahku di Korea juga tidak membuahkan nilai yang baik. Bagaimana denganmu, oppa? Kapan kau akan kembali ke Korea?”

Joong Ki tersenyum. “Sejauh ini, manajerku tidak menelepon juga tidak memberi kabar kalau aku harus ke Korea. Jadi, aku akan berlibur lebih lama di sini.”

“Baguslah.” Kath menjawab asal lagi.

“Bagus?” Joong Ki menyeruput lagi teh yang sudah diletakkannya tadi.

“Iya, berarti oppa akan menemaniku lebih lama di sini.” Kath melengok ke arah luar café. Terlihat dedaunan yang masih basah bekas hujan yang baru saja mengguyur kota Jakarta.

Joong Ki lagi- lagi tersenyum. “Apa rencanamu setelah ini?”

“O? Aku mau mencari sekolah di sini. Sekolah make up. Ada rekomendasi?”

“Wah, kebetulan aku tahu banyak sekolah tentang kecantikan seperti itu. Apa perlu kita berangkat sekarang?” Joong Ki tampak serius.

A..aniya. Kau tidak perlu seserius itu, oppa. Aku bisa mencari sendiri.” Kath menunduk, mengaduk- aduk tehnya.

Sesungguhnya aku hanya merindukan Leeteuk oppa. Aku ingin segera melupakannya dah menemukan aktivitas baru di sini. Aku sudah memutuskan, aku tidak akan kembali ke Seoul. Aku tidak ingin merasakan rasa sakit itu lagi.

“Kath?” Joong Ki membuyarkan lamunan gadis ini.

Ne?” Kath terkejut.

“Kita pulang saja, ya. Kajja!” Joong Ki tersenyum, kemudian menggandeng tangan Kathlene.

Kathlene yang belum tersadar penuh dari lamunannya, mengikuti arah kaki Joong Ki dengan teratur.

“Kau ada masalah?”

Joong Ki memulai topik pembicaraan saat ia dan Kath sudah berada dalam mobil.

“Hmm. Ne.” Kath menjawabnya dengan singkat.

“Cerita saja. Oppa akan mendengarkanmu.”

Kath terlihat ragu. Namun, pada akhirnya ia menumpahkan segala emosi dan amarahnya terhadap Leeteuk melalu cerita yang ia sampaikan pada Joong Ki. Kathlene menangis sesenggukan. Ia tidak kuat menahan air mata yang sudah ingin dikeluarkan sedari tadi.

Joong Ki mengeluarkan sapu tangannya, menghapus air mata yang jatuh di pipi Kath. Joong Ki membawa Kath ke puncak, ke villa milik keluarga Joong Ki yang sudah lama kosong.

“Kita akan tinggal disini selama satu malam.” Joong Ki mengantarkan Kath ke suatu kamar yang cukup nyaman dan bersih. Kamar itu berwarna dominan krem dan kuning muda. Terdapat beberapa foto saat Joong Ki masih berumur lima tahun.

“Aku akan tidur di kamar sebelah. Aku tahu kamu lelah, istirahatlah. Aku juga sudah menghubungi mamamu. Ia tidak akan khawatir.” Joong Ki beranjak pergi.

Oppa,” Kathlene menahan tangan Joong Ki agar tidak pergi dari sisinya. “Gomawo, oppa.” Kath meneteskan air mata.

Joong Ki kembali duduk di atas tempat tidur, duduk di sebelah Kath. “Gwaenchana.” Ia menepuk lembut rambut Kath.

“Jangan tinggalkan aku, oppa. Aku takut.” Kath memegang erat tangan Joong Ki.

Joong Ki tersenyum memandang Kath, “Ne, aku akan terus di sini sampai kau tertidur. Jangan takut.” Joong Ki memandang ke langit- langit kamar itu. Ia tersenyum, seperti sudah meraih satu bintang yang ada di langit.

——————–0——————-

“Kau dimana? Sudah dua minggu kau tidak bisa dihubungi. Apa kau tahu, banyak sekali tawaran iklan yang masuk, namun harus kutolak hanya karena kau menghilang? Ya!”

“Jihyo noona, calm down, okay?” Joong Ki membenarkan dasinya. Ia menerima telepon dari headset-nya. “Aku hanya ingin liburan sebentar di Indonesia. Minggu depan aku akan secepatnya kembali ke Seoul. Ne?” Joong Ki memutuskan teleponnya, karena ada telepon lainnya yang masuk.

Ne, yieppo Kath?” Joong Ki tersenyum sangat lebar. Ia sedang duduk di atas tempat tidur dan memasang kaos kaki.

“Joong Ki, oppa. Kapan kau kembali ke Seoul? Aku tiba- tiba di telepon oleh guru make up ku untuk membantunya dalam event besar di Seoul. Aku ingin kesana.” Kath merengek manja.

“O? Araeso. Kapan kau ingin berangkat?”

“Besok?”

Ne. Aku akan packing hari ini dan menyiapkan dua tiket untuk keberangkatan ke Seoul besok.”

“Yay! Gomawo-yo, oppa.

Ne.

Joong Ki menutup teleponnya dengan bahagia. Bagaimana mungkin ia menolak tawaran iklan yang menuntutnya kembali ke Seoul, namun seketika itu juga menerimanya saat Kath yang memintanya untuk kembali ke Seoul. Ia tersenyum kecil.

Namun, Joong Ki segera merubah air mukanya, ketika ia tersadar ia harus kembali ke Seoul. Itu artinya, Kath akan bisa kembali bertemu dengan Leeteuk. Joong Ki sudah cukup senang dengan situasi ini. Tinggal satu langkah lagi, Kath akan menjadi miliknya. Ini semua akan menjadi berantakan.

——————–0——————-

Ne, kamsahamnida~.

Leeteuk meninggalkan ruangan filming, yaitu café. Ia menunggu Jung Hoon di luar café. Leeteuk sesekali melihat jam di tangannya.

“Leeteuk-ssi..” Sora agak berlari mengejar Leeteuk. “Apakah kau ada waktu? Aku ingin mentraktirmu makan malam.” Wajah Sora terlihat merah.

Ah, ne. Tentu saja.” Leeteuk melepaskan jasnya untuk menutupi bahu Sora. “Tapi, Jung Hoon belum datang menjemputku.”

Gwaenchana-yo, oppa. Manajerku di seberang sana. Kali ini aku saja yang memberimu tumpangan.”

“Ne.” Leeteuk tersenyum, kemudian mengikuti arah Sora berjalan.

“Kau berakting dengan baik hari ini. Filming berjalan sangat lancar.”

Sora membuka percakapan saat mereka tiba di suatu restoran terkenal di Seoul.

“Ah, ye. Sora-ssi juga begitu. Seharusnya, aku yang belajar banyak dari Sora-ssi.” Leeteuk menjawab dengan sopan.

Leeteuk mulai terbiasa dengan sikap baik Sora. Namun, Leeteuk masih belum bisa melupakan Kath. Hampir tiap malam Leeteuk mengecek ponselnya, berharap Kath menghubunginya.

——————–0——————-

“Kita makan dulu, ya. Setelah itu baru aku mengantarmu ke hotel.” Joong Ki membukakan pintu mobil untuk Kath.

Araseo, oppa. Kau ini memang suka makan.” Kath terkekeh. Lalu ia mendahului Joong Ki masuk ke dalam restoran.

Ketika Kath masuk ke dalam restoran, mata Kath langsung tertuju pada satu spot di tengah- tengah ruangan. Seketika itu juga, memori- memori yang sebelumnya ingin dibuang jauh oleh Kath muncul lagi dalam kepalanya.

Orang yang sedari tadi dilihat oleh Kath, menoleh kepadanya. Orang tersebut tampak terkejut. Ia terlihat ingin berdiri dari mejanya.

Kath belum bisa berpaling dari pandangan matanya. Ia meneteskan air mata.

Joong Ki yang baru saja masuk ruangan, segera menyadari apa yang terjadi.

Ia membalikkan tubuh Kath ke arahnya. Memeluknya.

Orang yang dilihat oleh Kath adalah Leeteuk..dan Sora.

To Be Continued.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s