Etre Aime (Be Loved) – Chapter 5 (Final Chapter)

Etre Aime Cover

 

Title : Etre Aimé (Be Loved)
Author : devolyp
Cast : Park Jeong Su/Lee Teuk (Super Junior); Kim Tae Yeon as Kathleen; Kang Sora; Kim Jung Hoon (Super Junior prince manager); Lee Sung Min (Super Junior); Song Joong Ki; Song Ji Hyo
Genre : Romance
Rating : PG-15
Length : Multi-Chapter

Chapter Five

 

Joong Ki yang baru saja masuk ruangan, segera menyadari apa yang terjadi.

Ia membalikkan tubuh Kath ke arahnya. Memeluknya.

Orang yang dilihat oleh Kath adalah Leeteuk..dan Sora.

 

Leeteuk menimbang-nimbang. Telunjuknya bergerak ke atas dan ke bawah, di atas buku menu. Frappucino atau American Latte.

Frappucino, satu.”

Setelah Leeteuk menyebutkan pesanannya, ia menutup buku menu yang dipegangnya, kemudian memberikan buku itu kepada waiter yang berdiri di sampingnya.

Leeteuk melihat keadaan sekitar, iseng. Beberapa saat setelah itu, pandangannya terganggu oleh suara lonceng pada pintu yang berdenting ketika ada pelanggan lain yang masuk ke dalam café.

“O?” Ia mengenali pelanggan yang baru masuk ke dalam café.

“Kathlene?” Leeteuk mengusap mata sebelah kanannya, masih tak percaya.

Sora menengokkan kepalanya ke arah dimana mata Leeteuk melihat. Wajah Sora penuh dengan tanda tanya.

“Ada apa, Leeteuk-ssi?” Sora kembali memandang Leeteuk.

Aniya.” Leeteuk menjawab tanpa memandang Sora.

Gerak-gerik tubuh Leeteuk seperti ingin keluar dari meja, ingin berlari menuju seseorang yang dilihatnya sedari tadi. Namun, keinginannya tiba-tiba sirna tertera angin ketika ia melihat seseorang yang lain datang memasuki café. Terlebih ketika seseorang yang lain itu memeluk… Kathlene.

“Leeteuk-ssi?”

Sora membuyarkan pikiran Leeteuk.

Leeteuk segera mengalihkan pandangannya ke Sora. Ia menekukkan lengkungan bibirnya ke atas.

“Sora-ssi, bisakah Sora menunggu di sini sebentar saja? Jamkkanman gidalyo juda, ne?” Leeteuk berdiri dari kursinya, matanya lurus memandang ke arah pintu masuk, namun ia tidak menemukan siapapun. Leeteuk melihat ke arah yang lain, arah kanan, arah kiri, ia tidak menemukan orang yang dilihatnya tadi.

Sora yang tidak berkata apapun juga terlihat bingung, tapi ia tidak berani mengeluarkan kata sedikitpun. Sora tahu, Leeteuk sedang tidak ingin diganggu.

Leeteuk kemudian memundurkan kursinya, melangkahkan kakinya keluar dari kursi, ia berjalan mencari orang tersebut. Ia berjalan keluar dari café.

Leeteuk yakin sekali bahwa orang yang dilihatnya adalah Kathlene. Ia mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.

“Kathlene, please jangan pergi lagi.” Leeteuk bergumam sambil menekan nomor Kathlene.

Ia mendempetkan ponsel ke telinganya beberapa kali, namun tidak ada jawaban.

Leeteuk menyerah, ia berjalan kembali ke dalam café, menemui Sora yang masih menunggu di dalam. Leeteuk merasa tidak enak dengan Sora, ia meninggalkannya begitu saja tanpa penjelasan.

“Sora-ssi, joesonghabnida, tadi saya ada urusan sebentar.”

Ani-yo, tidak usah dipikirkan. Saya tahu kok. Apa kita pulang saja? Saya juga sudah membatalkan pesanan kita. Kelihatannya Leeteuk-ssi tidak enak badan?” Sora tersenyum tulus.

Ne?” Leeteuk melebarkan kedua matanya.

Kajja.”

Sora menggandeng tangan Leeteuk keluar dari café. Otak Leeteuk yang sedang tidak berada di tempatnya berjalan seadanya. Ia mengikuti Sora.

——————–0——————-

Masih terdengar sesenggukan tangisan Kath di antara lagu sendu yang diputar pelan oleh Joong Ki di dalam mobilnya. Joong Ki membiarkan Kath sendiri, hingga tangisannya reda, bahkan ia tidak menjalankan mobilnya, ia memilih untuk menenangkan Kath dengan memegang erat tangan Kathlene.

Joong Ki pun ikut merasa sedih, karena ia tidak bisa melakukan apa-apa selain berdiam diri di samping Kath.

Gwaenchana-yo?

Joong Ki masih memegang tangan Kathlene erat.

Gwaenchana-yo, oppa. Gomawo-yo, oppa.” Kathlene memandang mata Joong Ki dalam-dalam. Sekilas ia tersenyum.

Joong Ki menghapus air mata yang jatuh ke pipi Kathlene.

“Jangan menangis lagi, o? Percayalah, kamu jauh lebih mirip bidadari waktu kamu tersenyum, bukan menangis seperti ini.”

Oppa,” Kath menderu manja, “oppa jangan terlalu baik begini. Bagaimana kalau aku jatuh cinta denganmu?”

Joong Ki sontak kaget, ia tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana Kathlene.

Oppa? Jangan kaget seperti itu. Aku hanya bercanda,” Kathlene terkekeh, “memang cuma oppa ganteng satu ini saja yang bisa membuatku tersenyum.” Kath mencubit kedua pipi Joong Ki.

Joong Ki masih belum tersadarkan dari keterkejutannya.

“Joong Ki oppa, apa kau tidak mau mengantarku pulang?” Kathlene melambai-lambaikan kedua tangannya ke depan muka Joong Ki, dengan maksud untuk membawa Joong Ki kembali ke dunia nyata.

“Ah, ne.” Joong Ki salah tingkah, ia tersenyum memaksa, segera menginjak pedal gas keluar dari area parkir café yang sedari tadi ditempatinya.

Kathlene tersenyum.

“Hmm mengapa aku tidak bisa menyukai Joong Ki oppa saja, daripada aku harus menyakiti diriku sendiri begini?” Kathlene berkata-kata di dalam hati. “Joong Ki oppa adalah orang yang baik. Sejak kecil, ia selalu ada untukku. Joong Ki oppa tidak pernah mengecewakanku, apalagi menyakiti hatiku. Ah mengapa hidupku menjadi runyam begini?”

Joong Ki menyetir pelan, ia masih dibayang-bayangi dengan perkataan Kathlene, jika Kathlene bisa saja menyukainya kalau ia terus bersikap baik. Tentu Joong Ki ingin disukai Kathlene, ia ingin dicintai oleh Kathlene, karena ia sendiri mencintai Kathlene, bukan sebagai adik, namun sebagai seorang wanita.

Namun, Joong Ki sendiri bagaimana perasaan Kathlene kepada dirinya, juga kepada Leeteuk.

“Sabar, Kathlene. Kamu wanita terindah yang pernah ada di dunia ini. Kamu pasti mendapatkan yang terbaik.” Joong Ki bergumam di dalam hati.

——————–0——————-

Kamsahabnida, Sora-ssi.”

Leeteuk membungkukkan badannya.

Aniya. Aku hanya mengantarmu pulang. Tidak ada yang perlu diucapkan terima kasih. Sampai ketemu besok, Leeteuk-ssi. Jaga kesehatanmu, arachi?

Ne, jeongmal kamsahabnida.”

Leeteuk melambaikan tangannya ke arah Sora.

Setelah mobil Sora melaju, mata Leeteuk masih mengikuti arah kemana mobil Sora melaju.

Ia merasa tidak enak dengan Sora. Tapi, bagaimana lagi? Sekarang pikirannya sedang dipenuhi oleh Kathlene, juga lelaki yang memeluk Kathlene?

“Aku mempercayaimu, Kathlene. Apa yang ak lihat pasti ada penjelasannya. Aku tahu ak telah menyakitimu.” Leeteuk menutup matanya lama, berharap tiba-tiba Kath muncul di depannya.

Ia membuka mata, dan tidak ada siapapun di depannya.

Langit sudah gelap. Bintang-bintang juga telah meredupkan sinarnya, seolah ia mengerti kegalauan di hati Leeteuk.

Leeteuk memasukkan kedua tangannya ke kantong celana, ia melangkah gontai masuk ke tempat tinggalnya.

Namun langkahnya terhenti ketika ia menyadari ada sosok orang yang ternyata menunggunya sedari tadi.

Leeteuk mengerutkan keningnya.

Sosok orang yang menunggunya adalah seorang pria.

Annyeonghaseyo, hyung.

Pria itu membungkukkan badannya.

Hoksi, kamu adalah laki-laki yang memeluk Kath tadi?” Leeteuk menerka-nerka.

Ne, you are right.

Ya, pria itu adalah Joong Ki. Joong Ki tersenyum miring.

“O? Ada apa kamu kesini?”

“Apakah hyung ada waktu sebentar?”

Leeteuk semakin mengernyitkan dahi.

——————–0——————-

Kedai kopi yang terletak di samping blok tempat tinggal Leeteuk terlihat sepi.

Hanya satu dua orang yang duduk di sana.

Suasana malam ini, didukung baik dengan lantunan lagu lama yang diputar oleh pemilik kedai kopi tersebut.

Joong Ki menyilangkan kakinya, sambil mengaduk-aduk secangkir kopi panas di depannya. Ia hendak memulai pembicaraan.

“Jadi, kedatangan saya malam ini…”

“Ingin menjelaskan mengapa engkau memeluk Kathlene?”

Leeteuk memotong pembicaraan Joong Ki.

Joong Ki tertawa.

“Ah, sebenarnya siapa yang membuat aku memeluk Kathlene? Aku atau hyung?

“Apa maksudmu?”

Leeteuk mengernyitkan dahinya lagi.

“Kau yang terlebih dahulu duduk bersama Sora. Menurut hyung, apa yang harus saya lakukan ketika melihat Kathlene menangis memandang kalian berdua?”

Leeteuk diam.

“…Tapi saya bisa menjelaskan. Saya hanya makan malam biasa.”

Well, itu yang hyung rasakan. Hanya makan malam biasa. Tapi apakah hyung tahu apa yang ada dalam hati Kathlene? Apakah hyung tahu apa yang sebenarnya dirasakan Kathlene saat melihat kalian makan bersama?”

Leeteuk terdiam, lagi.

“Sekarang, di mana Kathlene?” Leeteuk mengalihkan pembicaraan.

“Apakah pertanyaan itu penting kalau hyung masih belum membenarkan hubungan kalian berdua?”

Leeteuk menegakkan posisi duduknya.

“Bagaimana saya membenarkan hubungan saya dengan Kathlene, kalau kau tidak memberitahuku dimana Kathlene berada?”

Joong Ki lagi-lagi tersenyum.

“Aku tidak habis pikir denganmu, hyung. Kau sedang berada di program We Got Married, tapi tidak tahu bagaimana merebut hati seorang Kath?”

Leeteuk kehabisan kesabaran.

O. Jadi apa maksudmu kesini?”

“Aku kesini untuk membantumu.”

Ne?

——————–0——————-

 Keesokan hari.

“Kathlene-ssi, tolong kamu handle yang sebelah sana, o?”

Arasseo-yo, eonnie.

Kathlene tersenyum lepas. Ia langsung bergegas membawa perkakas make up-nya ke arah yang ditunjuk oleh Coordinator­-nya.

Seperti biasa, tangan Kath menari-nari di atas wajah artis-artis ternama yang akan tampil di Music Bank, seolah wajah tersebut adalah kanvas seorang seniman.

“Ah, akhirnya selesai juga.” Kath merapikan alat-alat make up yang tadi digunakan. Ia memasukkan peralatan tersebut ke dalam kotak hitam kesayangannya.

Kathlene duduk setengah menyandarkan badan di samping pintu ruang tunggu.

Ia sedang tidak ada energi untuk duduk di kursi penonton melihat performance artis-artis yang baru saja ia dandani, seperti biasanya.

Kath mengambil headset di kantong celananya, kemudian menancapkannya pada ipod yang ada di kantong celana sebelah kiri.

It’s too late to apologize. It’s too late.

Ia memejamkan matanya.

“Kathlene! Kathlene!”

Pintu ruang tunggu terbuka lebar.

Ne? Joong Ki oppa? Kok tiba-tiba ada di sini? Ada apa?” Kath langsung terbangun. Ia membenarkan posisi badannya, juga melepaskan earphone yang melekat di telinganya.

“Cepat, ikut aku!”

Joong Ki langsung menarik tangan Kath, berlarian keluar dari gedung.

“Joong Ki oppa, ini sebenarnya ada apa? Itu, peralatan make up ku tertinggal.”

Nafas Kathlene terengah-engah.

Ani, gwaenchana. Kita tidak akan lama.” Jawab Joong Ki tanpa memperlambat kecepatan berlarinya.

Kathlene tidak punya sisa tenaga untuk melawan Joong Ki. Ia memilih untuk pasrah kemana Joong Ki akan membawanya.

Sampai akhirnya Kathlene terdiam, ia menutup mulutnya.

Joong Ki memperlambat langkahnya.

Kathlene melihat Leeteuk dan member Super Junior yang lain ada di lapangan sebelah gedung. Mereka berbaris rapi, masing-masing membawa papan kata, yang membentuk sebuah kalimat, “Masihkah kau mau menjadi milikku?”

Kathlene berlinang air mata. Ia menatap Joong Ki. “Joong Ki oppa…”

Joong Ki melepaskan gandengan tangannya dengan Kathlene.

“Cepat, Leeteuk hyung sudah menunggumu lama.”

Kathlene tersenyum sambil berjalan pelan ke arah Leeteuk.

Sedangkan Leeteuk, juga berjalan menjemput Kathlene. Leeteuk menyembunyikan seonggok rangkaian bunga di balik badannya.

“Apakah kau masih marah padaku?” Leeteuk membuka suara.

Ani. Aku terlalu suka padamu.” Kedua pipi Kathlene merah merona.

“Jadi, ini artinya kau mau menerima bunga ini? Ini sebagai tanda kalau kau masih mau menjadi bagian terindah di hidupku?”

“Leeteuk oppa…” Kathlene menjatuhkan air matanya.

Ia menerima rangkaian bunga tersebut dari tangan Leeteuk, kemudian langsung memeluknya.

Leeteuk juga membalas pelukan Kathlene dengan hangat.

Di belakang mereka, sudah dilepaskan balon udara yang berhamburan memenuhi langit, seolah langit juga ikut merayakan kebahagiaan mereka.

Leeteuk yang menatap Joong Ki, memberikan kode terima kasih untuk Joong Ki.

Joong Ki tersenyum lebar, kemudian meninggalkan lapangan tersebut.

 

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s